Ketakutan dan Kekhawatiran akan Masa Depan

        Siapa yang tidak pernah mengalami ketakutan atau kekhawatiran dalam hidupnya? Ya, kita sebagai manusia pasti pernah mengalami rasa TAKUT dan KHAWATIR di dalam hidup. Mulai dari anak kecil hingga orang dewasa. Rasa takut juga bermacam-macam, ada rasa takut biasa, kecil, sampai rasa takut yang luar biasa. Anak-anak kecil kalau ditanya biasanya mereka takut dimarahin orang tua/guru, takut mendapat nilai ulangan jelek, takut diejek teman-teman. Semakin kita beranjak dewasa maka akan semakin banyak masalah yang muncul, banyak pilihan dan keputusan yang harus kita pilih.

        Sering kali kita sebelum memulai sesuatu sudah merasa takut duluan, takut gagal, takut tidak berhasil, takut nanti begini, nanti begitu. Sehingga pada akhirnya kita mengurungkan niat kita, tidak berani untuk mencoba. Kita dikalahkan oleh rasa takut kita sendiri. Sebagai contoh pengalaman saya sendiri, ketika memutuskan untuk melanjutkan study ke luar, dimana disana saya sama sekali tidak memiliki saudara, tidak mengerti budaya orang sana, bahkan bahasa yang digunakan sehari-hari disana saya juga tidak bisa. Karena tujuan saya memang untuk belajar bahasa disana. Sebenarnya modal saya pada waktu itu hanya modal nekad.

      Sebelum mengambil keputusan untuk mendaftar dsb, saya sering kali dirundung rasa takut. Saya jadi ragu-ragu, khawatir, takut nanti disana gak betah, takut gak bisa ikutin pelajarannya, takut gak punya teman, nanti kalau udah lulus mau jadi apa? Kerja apa? Begitu banyak pertimbangan-pertimbangan yang membuat saya jadi ragu, dan dilemma. Semua karena rasa takut saya sendiri. Saya meminta petunjuk dari Tuhan, pilihan mana yang harus saya ambil. Pelan-pelan semangat di dalam diri saya mulai muncul, saya menyadari bahwa ini adalah kesempatan. Kesempatan untuk bisa merasakan bagaimana hidup sendiri, mandiri, merasakan bagaimana sebenarnya dunia luar. Kesempatan saya untuk bisa menambah wawasan dan belajar hal yang baru.

       Saya  memutuskan untuk mendaftar, dan tibalah hari keberangkatan. Saya terus meminta kepada Tuhan untuk terus melindungi dan memperlancarkan semuanya selama saya berada disana. Karena disana saya tidak punya siapa-siapa, hanya kepada Tuhan saya bisa berharap.  Setiba disana, memang benar suasana disana berbeda sekali dengan disini. Hari 1,2,3 saya merasa sangat tidak betah dan rasanya pengen pulang. Masalah terbesar yang dirasakan adalah kendala bahasa, sehingga mau ngapa-ngapain disana gak bisa. Pada saat pendaftaran ulang muncul lagi masalah karena kendala bahasa, mana prosesnya juga ribet.

        Tetapi ternyata Tuhan sudah menyiapkan bantuan untuk saya, Ia mempertemukan saya dengan salah satu senior disana dan dialah yang membantu pendaftaran ulang dari awal-selesai. Semuanya berjalan dengan lancar. Pada awalnya yang saya merasa takut tidak mempunyai teman disana, ternyata Tuhan sudah mempersiapkan rencana-Nya untuk saya. Selama disana saya berkenalan, dan berteman dengan sangat banyak sekali mahasiswa-mahasiwa yang juga berasal dari Indo dan luar negeri. Study saya berjalan dengan sangat baik, saya belajar banyak sekali hal-hal yang baru, membuat saya semakin mandiri. Semuanya berbanding terbalik dengan ketakutan dan kekhawatiran saya selama ini.

“Rancangan Tuhan selalu indah untuk kita”

      Hingga hari ini saya tidak pernah menyesal karena telah mengambil kesempatan tersebut, saya sangat bersyukur karena Tuhan memberikan saya kesempatan untuk bisa mengalami semuanya itu. Kita sebagai manusia tidak pernah tahu apa yang pasti akan terjadi besok hari, 1 tahun lagi, 2 tahun lagi, apa yang kita duga, yang kita takutkan belum tentu semuanya pasti terjadi. Jangan biarkan rasa takut membuat diri kita menjadi lemah. Teruslah berdoa, serahkan semua rasa takut, rasa khawatir kita kepada Tuhan, minta petunjuk, keyakinan, kekuatan untuk menjalani semuanya.

“Be not afraid of Life. Believe that life is worth living and your belief will help create the fact.”

_____________________________________________________________________________________________

“Don’t you be afraid, for I am with you. Don’t’ be dismayed, for I am your God. I will strengthen you. Yes, I will help you. Yes, I will uphold you with the right hand of my righteousness (Isaiah 41: 10).”

“Janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab aku ini Allahmu; Aku akan menenguhkan bahkan akan menolong engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan.”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Attila Ovari

Loving Life and Inspiring Others

The Happy Guide

Happiness blueprint

You By My Side

- Eat,Love and Travel-

The Great Conversation

Literature, Philosophy, Art, Music, Drama

A "Literal" approach to God's word

If Jesus meant something else, he would have said something else.

thelovemanifesto

Real. Life. Experienced.

THE RIVER WALK

Daily Thoughts and Meditations as we journey together with our Lord.

Book Quotes Hub

Book Quotes - The most amazing and unique quotes from books are being shared here daily

Simple Tom

Some say I was born high. Others say i'm just simple :)

maggiemaeijustsaythis

through the darkness there is light

The Truth Warrior

Empowering and Inspiring people to be fully authentic, loving, happy, peaceful and joyful in their lives.

Evelina Galli

USE THINGS. LOVE PEOPLE. DON'T SWITCH.

The Other I

Just another WordPress.com weblog

HarsH ReaLiTy

A Good Blog is Hard to Find

sneakpeek2013

Interesting Sneak Peeks

Love My Life Right Now

Simplicity, happiness, motivation and inspiration

Looking on the Bright side

" But if we hope for that we see not, then do we with patience wait for it. "Rm..8:25

Fiazku

Kecerdasan Manusia Bodoh

%d bloggers like this: