Problems in Family

Di dalam setiap keluarga pasti memiliki masalah, entah itu suami-istri, anak-orangtua, kakak-adik, mertua-menantu, dsb. Di zaman yang sudah berubah ini, banyak terlihat orang tua yang kurang memperhatikan anak-anaknya. Mereka lebih memilih menghabiskan sebagian besar waktu mereka di kantor, untuk mencari nafkah, disbanding berkumpul dengan anak-anaknya. Ya, alasan mereka benar karena ingin mencari nafkah untuk membiayai anak-anak sekolah, berharap agar anak-anaknya bisa sekolah di sekolah yang bagus, hingga nanti dewasa bisa menjadi orang yang sukses, dst.

Tetapi pernahkah kita berpikir bahwa namanya kebersamaan, perhatian itu tidak bisa dinilai hanya dari sisi materi? Terkadang orang tua merasa benar dengan pemikiran mereka, merasa bahwa mereka tahu segalanya tentang masa depan kita, mengatur kita untuk menjadi begini dan begitu. Padahal anak-anak mereka juga memiliki pilihan sendiri, dan banyak orang tua yang dengan pemikiran yang mereka anggap benar akhirnya membunuh harapan dan mimpi anak-anak mereka.

      Banyak orang tua yang demi mencari uang sebanyak-banyaknya, menyerahkan sebagian besar waktu anak-anak mereka lebih banyak dihabiskan dengan baby sitter.  Anak-anak menjadi merasa kurang diperhatikan dan kurang kasih sayang. Orang tua berpikir bahwa dengan uang yang mereka berikan untuk memenuhi kebutuhan anak-anak, mereka merasa bahwa mereka sudah selesai melaksanakan kewajiban mereka sebagai orang tua. Padahal sebenarnya tidak, masih banyak hal yang jauh lebih berharga yang seharusnya diberikan orang tua kepada anak-anak mereka tidak dilihat hanya dari sisi materi saja tetapi juga kebutuhan akan perhatian dan kasih sayang.

      Banyak juga relasi orang tua dan anak yang tidak berjalan dengan baik, kurangnya komunikasi, orang tua yang kerjanya suka marah-marah, tidak mau mendengarkan anak-anak mereka, hanya bisa memberikan perintah ini dan itu tanpa memberikan alasan yang jelas, orang tua yang mau menang sendiri, dsb. Jalan pemikiran orang tua dan anak-anak sering tidak sejalan, sehingga menimbulkan banyak konflik. Hal ini sebenarnya yang harus kita perhatikan, perbanyaklah komunikasi dengan keluarga, berusahalah menjadi orang tua yang sabar.

“Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa tuanya pun ia tidak akan menyimpang dari jalan itu.” (Amsal 22:6)

Banyak orang tua yang selalu marah-marah mulai dari anaknya kecil hingga dewasa, berharap bahwa anaknya itu menjadi takut dengannya, segan, dan tidak berani melakukan hal-hal yang melanggar peraturan. Tidak sadarkah mereka, bahwa semuanya itu nanti akan berbalik kepada mereka saat anak mereka sudah dewasa? Ketika anak masih kecil, mungkin mereka tidak bisa memberontak atau melawan, mereka hanya menyerap apa yang sudah diajarkan dan diberikan orang tua kepada mereka. Ketika sudah dewasa, jati diri anak ini adalah jati diri yang takut akan orang tua, tidak berani untuk curhat dengan orang tua, bahkan mengobrol biasa aja juga takut.

Hal ini terjadi karena orang tua yang ingin menanamkan rasa takut di dalam diri anaknya agar mereka tidak berani berbuat hal yang aneh-aneh, pada akhirnya hasilnya adalah rasa takut yang salah. Orang tua hanya marah-marah, menghukum, melarang ini dan itu, dan tidak pernah memberikan alasan yang jelas. Dan ketika orang tua merasa menyesal, merasa kenapa koq anak mereka tidak bisa dekat dengan mereka, seperti bercanda, curhat, ngobrol-ngobrol, jangan salahkan anak, tetapi intropeksilah didikan yang sudah orang tua berikan kepada anak apakah selama ini sudah benar didikan itu atau salah?

      Karena jati diri dan sifat yang ditanamkan dari kecil pada anak, ketika sudah dewasa akan sangat sulit sekali untuk diubah. Jadi bagi para orang tua sekali lagi, intropeksilah diri Anda, perhatikan apakah didikan anda selama ini sudah dijalan yang benar? Pikirkan hasil dari didikan yang anda berikan untuk anak Anda ketika dia sudah dewasa nanti, perhatikan timbal baliknya kepada anda. Jangan sampai akhirnya hanya ada penyesalan.

      Terlepas dari semua konflik yang terjadi, tetap percaya dan yakinlah bahwa tidak ada orang tua yang tidak sayang pada anaknya, semua orang tua pasti ingin memberikan yang terbaik untuk anak mereka. Yang terjadi hanyalah rasa sayang yang diungkapkan dengan cara yang SALAH.

      Bagi yang hubungan dengan keluarga tidak berjalan baik saat ini, mari kita berusaha untuk memperbaiki semuanya, jangan biarkan semuanya itu menjadi semakin buruk. Jika memang ada dari diri kita yang salah, baik itu pada anak, orang tua, sama-sama kita intropeksi diri, buka mata kita, dan berusaha menjalin hubungan yang baik. Karena cinta itu berawal dari cinta di dalam Keluarga. Dan salah satu tanda wujud kita bersyukur dan berterima kasih kepada Tuhan adalah dengan membangun sebuah keluarga yang penuh akan cinta, kasih sayang, dan hubungan yang kokoh antar sesama anggota keluarga.

“It is easy to love the people far away. It is not always easy to love those close to us. It is easier to give a cup of rice to relieve hunger than to relieve the loneliness and pain of someone unloved in our own home. Bring love into your home for this is where our love for each other must start.” — Mother Teresa

_____________________________________________________________________________________________

“Wives, be in subjection to your husbands, as is fitting in the Lord; Husbands, love your wives, and don’t be bitter against them; Children, obey your parents in all things, for this pleases the Lord; Fathersm don’t provoke your children, so that they won’t be discouraged.” (Colossians 3:18-21)

“Hai isteri-isteri , tunduklah kepada suamimu, sebagaimana seharusnya di dalam Tuhan; Hai suami-suami, kasihilah isterimu dan janganlah berlaku kasar terhadap dia; Hai anak-anak taatilah orang tuamu dalam segala hal, karena itulah yang indah di dalam Tuhan; Hai bapa-bapa jangan sakiti hati anakmu, supaya jangan tawar hatinya.”

One response to this post.

  1. Thx untuk artikelnya.

    Di sini ada link untuk memahami pacaran Kristen yang benar, silahkan dilihat. Pasti akan memberkati Anda!

    http://datinginsightindonesia.wordpress.com

    Untuk melihat pembahasannya silahkan lihat link dibawah ini:

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Attila Ovari

Loving Life and Inspiring Others

The Happy Guide

Happiness blueprint

You By My Side

- Eat,Love and Travel-

The Great Conversation

Literature, Philosophy, Art, Music, Drama

A "Literal" approach to God's word

If Jesus meant something else, he would have said something else.

thelovemanifesto

Real. Life. Experienced.

THE RIVER WALK

Daily Thoughts and Meditations as we journey together with our Lord.

Book Quotes Hub

Book Quotes - The most amazing and unique quotes from books are being shared here daily

Simple Tom

Some say I was born high. Others say i'm just simple :)

maggiemaeijustsaythis

through the darkness there is light

The Truth Warrior

Empowering and Inspiring people to be fully authentic, loving, happy, peaceful and joyful in their lives.

Evelina Galli

USE THINGS. LOVE PEOPLE. DON'T SWITCH.

The Other I

Just another WordPress.com weblog

HarsH ReaLiTy

A Good Blog is Hard to Find

sneakpeek2013

Interesting Sneak Peeks

Love My Life Right Now

Simplicity, happiness, motivation and inspiration

Looking on the Bright side

" But if we hope for that we see not, then do we with patience wait for it. "Rm..8:25

Fiazku

Kecerdasan Manusia Bodoh

%d bloggers like this: